KlikQQ - Rasa panik dan takut terhadap penyebaran virus corona ternyata cukup berdampak negatif terhadap warga dan komunitas etnis China di Inggris.
Sejak virus corona mulai masuk dan menyebar di Inggris, masyarakat negara di barat laut Eropa itu mulai menghindari keramaian dan tempat-tempat publik. Selain restoran, bioskop, dan kafe, restoran China menjadi yang paling terdampak penyebaran virus corona di Inggris.
Salah satu warga Indonesia yang sudah bermukim selama 25 tahun di Inggris, tepatnya pusat Kota London, Lenah Susianty, mengatakan sejak kasus corona terdeteksi di Inggris, banyak restoran China yang semula ramai menjadi sepi pengunjung.
"Restoran China saya rasa yang paling terkena dampaknya sejak corona pertama kali menyebar. Karena banyak warga di sini yang mengaitkan langsung virus corona dengan China dengan menganggap, 'saya tidak mau ke restoran China karena takut corona ah' begitu," ucap Lenah saat bercerita pada Kamis (12/3) kemarin.
Lenah juga menceritakan pengalamannya melihat sekelompok warga Inggris di sekitar wilayah tempat tinggalnya begitu khawatir bahwa restoran China mampu menyebabkan penularan Covid-19.
Dalam salah satu grup komunitas lingkungannya di Facebook, Lenah bercerita baru-baru ini ada seseorang yang bertanya adakah restoran China terdekat yang direkomendasikan untuk dicoba.
"Lalu banyak orang yang menjadi anggota grup itu menjawab 'jangan ke restoran China, ada virus corona' seperti itu," kata Lenah.
Selain restoran China, Lenah menuturkan distrik China Town di London pun sangat sepi pengunjung. Padahal, distrik tersebut sangat ramai bahkan di hari biasa.
"China Town di pusat London juga sepi sekali padahal biasanya tempat itu menjadi salah satu tujuan utama wisata turis luar dan orang-orang di sini. Restoran-restoran di sana mengaku omset mereka langsung drop bisa sampai setengahnya," ucap Lenah.



No comments:
Post a Comment